Kejadian nahas dari jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 pada Rabu, 9 Mei 2012 yang sedang melakukan Joy Flight di Gunung Salak, dengan 45 korban jiwa menjadi berita dunia yang mencuat diantara berita-berita krisis Zona Eropa dan persiapan IPO Facebook yang sedang marak.
Apa cerita dibalik perjalanan nahas tersebut ?
Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100) adalah proyek pengembangan pesawat penumpang yang sangat didukung oleh pemerintah Rusia dan diharapkan menjadi salah satu proyek nasional unggulan Rusia. SSJ-100 diproduksi pertama pada tahun 2005 dan mulai melakukan penerbangan komersial tahun 2011 digunakan oleh perusahaan penerbangan Armavia dari Armenia, selanjutnya Aeroflot turut memesan 50 unit. Perjalanan Joy Flight di Indonesia yang mengalami nahas tersebut juga dalam rangka promosi Sukhoi atas pesanan Kartika Ailines sebanyak 30 unit dan Sky Aviation sebanyak 12 unit pesawat.
SSJ-100 diproduksi secara komersial dengan ambisi pemerintah Rusia untuk menandingi dominasi produsen pesawat komersial Boeing dan Airbus. Oleh sebab itu pemerintah federal Rusia turut serta menggelontorkan dana 25% dari biaya yang ditelan sebesar USD 1,4 milyar untuk pengembangan SSJ-100, biaya ini di luar pengembangan mesin SaM146 Turbofan yang ditangani oleh TurboJet perusahaan patungan Perancis dan Rusia. Dalam upaya memasarkan pesawat telah dibuat joint venture antara Alenia Aeronautica dan Sukhoi untuk menembus pasar Eropa, Amerika, Afrika, Jepang, hingga Lautan Pasifik.
Indonesia sebagai emerging market yang sedang bertumbuh menjadi terobosan pasar yang sangat menarik bagi pemasaran SSJ-100, dimana tambahan pesawat komersial terus dibutuhkan untuk mengakomodasi pertumbuhan transportasi udara, selain itu juga mempunyai daya beli yang kuat seiring kemampuan ekonominya yang terus meningkat.
Pertandingan Merebut Pasar Global
Perebutan pangsa pasar global tak ubahnya sebuah pertandingan balap, siapa yang menjadi juara dialah yang telah berhasil mendahului lawan-lawannya di berbagai kondisi arena balap tersebut. Untuk menjadi juara tentunya ada beberapa faktor penentu kemenangan balap, yaitu : 1) kekuatan dan kecepatan kendaraannya, 2) kepiawaian pembalapnya, 3) kondisi arena balapnya, 4) faktor “Luck” atau “Blessing”-nya.
Sukhoi Super Jet - 100
SSJ-100 sesungguh adalah pesawat dengan teknologi yang paling mutakhir hasil penggabungan berbagai teknologi canggih dari sejumlah perusahaan ternama industri penerbangan. Kokpitnya dirancang dengan sistem kemudi elektronik yang gampang dan nyaman dikemudikan, hasil rancangan Thales asal Perancis seperti pesawat tempur, sedang kekuatan mesin SaM146 keluaran PowerJet mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 7.500 pounds-force. Untuk mengaplikasikan keunggulan tehnologi ini bagi kebutuhan pesawat komersial, SSJ-100 juga telah berkonsultasi dengan Boeing dan Airbus yang memang sangat ahli mengenai seluk-beluk pesawat angkutan penumpang.
Alexander Yablontsev, pilot pesawat Sukhoi Superjet 100, yang meninggal bersama pesawat yang dipilotinya, di tebing Gunung Salak, merupakan salah satu pilot terbaik. Alexander diketahui pernah menjadi test-austronot termuda di Rusia. Ia terpilih setelah sebelumnya menjadi penerbang pesawat jet militer dan menjadi pilot penguji. Sejak program pesawat ulang alik tersebut dihentikan delapan tahun kemudian pada 1997, saat itulah ia terjun ke dunia penerbangan sipil.
Dari sisi pesawat dan pilotnya sudah menunjukkan keunggulan dari SSJ-100, sedang dari sisi arenanya, pasar Indonesia yang dituju adalah sebuah arena tanding yang menantang tetapi ketat persaingan, arena yang memang sedang menjadi perebutan pasar berbagai produk global. Sekalipun untuk sementara waktu ini, SSJ-100 belum luck atau belum mendapat blessing untuk menjadi juara, apakah berarti gagal ? belum tentu, dengan ongkos yang mahal secara finansial dan juga jatuhnya korban jiwa akibat nahasnya SSJ-100 maka berbagai media justru mengungkap kehebatan SSJ-100, apakah karena human error atau gagalnya teknologi ? semua sedang diselidiki dan ini bukan berarti pesanan serta merta batal, masih ada kesempatan untuk menjadi juara.
Debut IPO Facebook
Bersamaan dengan merebaknya berita nahas SSJ-100 di Gunung Salak, Facebook (FB) sedang memulai debutnya masuk pasar modal. Hari ini kita ketahui bahwa IPO Facebook telah menjual 421.2 juta lembar saham dengan harga $38 per lembar sehingga nilai IPO mencapai $16 milyar, ini adalah IPO terbesar untuk perusahaan teknologi dibanding dengan Google $ 1.9 milyar tahun 2004, dan nomer dua untuk seluruh IPO sepanjang sejarah Amerika Serikat di bawah Visa $17,9 milyar tahun 2008, di atas GM 15.8 milyar tahun 2010. Dengan demikian Facebook memiliki nilai pasar sebesar $ 104,2 milyar, atau sekitar setengah dari nilai pasar Google $ 200 milyar pada saat ini.
FB telah berhasil menjadi kendaraan yang kuat untuk merebut pasar, dengan jumlah members sekitar 900 juta atau sekitar 40% dari pengguna internet di dunia. Berpegang pada kiatnya yang terus fokus pada kualitas produk, maka Mark Zuckerberg sebagai pilotnya berhasil memacu FB menembus kondisi arena yang berat berupa ekonomi AS yang belum bangkit dan krisis Zona Eropa. Beberapa pengamat politik sampai berseloroh, apa kemajuan yang paling menonjol dari pemerintahan Barack Obama, jawabnya adalah Facebook.
Krisis Zona Eropa
Kondisi ekonomi negara-negara Eropa yang sangat mewarnai ekonomi global kelihatannya semakin parah, dengan terpilihnya Francois Hollande menggantikan Nicolas Sarkozy, dan hasil pemilihan di Yunani menunjukkan pergantian pimpinan negara yang anti penerapan Austerity Measures yang dipaksakan oleh IMF bagi negara-negara Eropa yang memerlukan bailed out karena tidak mampu membayar hutangnya. Kecenderungan ini sudah mulai menjalar ke negara Eropa lainnya termasuk juga di Spanyol. Hal ini tidak ubahnya seperti ramai-ramai mengganti pilot karena pesawat sudah mulai tersungkur akibat kerusakan parah terjadi pada mesinnya.
Siapa Bisa Jadi Juara di Tengah Gelombang Krisis?
Kemajuan tehnologi dan informasi pada masa kini membuat pasar Global menjadi pasar yang semakin sempit, dengan kecepatan informasi maka harga-harga sudah sangat transparan secara global, kualitas produk sangat mudah diperbandingkan hanya dengan melihat rekomendasi para pemakai secara online, tipe-tipe barang model terbaru sangat update diketahui oleh para pemakai hanya hitungan detik sejak diluncurkan ke pasar, sehingga persaingan semakin meningkat dan dunia sepertinya semakin sempit.
Shukoi berusaha memasarkan pesawatnya ke Indonesia, karena lesunya pasar di Eropa dan mulai melirikkan matanya ke Indonesia sebagai pasar yang menarik, demikian juga keberhasilan IPO dari Facebook dengan nilai $16 milyar, tidak terlepas dari melonjaknya pemakai FB di China, India dan juga Indonesia sebagai pemakai dalam jumlah besar dan sangat aktif.
Perbankan di Eropa diturunkan rating-nya akibat kerugian yang dialaminya, pergantian pimpinan negara dan arah kebijakan menambah keruhnya situasi, sedang JP Morgan Chase mengalami kerugian $ 2 milyar akibat terpaan gelombang krisis yang sama, sehingga Jamie Dimon sebagai pilotnya bakal berurusan dengan pengadilan karena bank yang dipimpinnya hampir tumbang. Sementara Honda, Toyota, Sony, Sharp, Toshiba dari Jepang berjuang lebih berat lagi karena terpaan krisis Eropa, juga bencana alam serta menguatnya Yen menjadikan profitabilitasnya tergerus dan bahkan sebagian sudah mengalami pendarahan.
Rupanya siapa yang bakal jadi juara adalah yang secara cermat berhasil memasang kapasitas terbaik pada setiap faktor kerberhasilan. Facebook dengan kualitas teknologi dan pilotnya telah memanfaatkan arena yang menguntungkannya baik di China, India, juga Indonesia untuk meningkatkan members-nya dan memanfaatkan situasi ini untuk IPO, sementara Shukoi mencoba beralih arena tetapi “Blessing” belum datang, sedang Honda, Sony dan Sharp sedang mengembangkan arena di Indonesia tetapi real investment memerlukan waktu untuk pengembangan pabrik-pabriknya sehingga hasil belum nampak, lalu perbankan dunia juga sedang mengarahkan arena ke Indonesia juga sebagai financial market yang potensial.
Semua sedang berlomba di pasar global mencari celah-celah pasar untuk bisa menjadi juara, dan pasar yang dilirik untuk menjadi juara salah satunya adalah Indonesia, jadi jangan terlambat pilihlah kendaraan yang terbaik, jadilah pilot yang piawai dan tancap gas di negeri ini …. Anda akan berpeluang menjadi juara bila “Blessing” ada di pihak Anda.
|